Featured Slider

Menjinakkan Kuda Api 2026: Sebuah Life Audit & Refleksi

Refleksi Tahun Kuda Api 2026
Buku agenda life audit 2026 di atas meja kerja kafe
dengan kue tiramisu (dok.pribadi) 

Tahun 2026 dibuka dengan begitu banyak renungan. Berbagai peristiwa memenuhi benak saya. Sebagian terasa ringan, tetapi sebagiannya lagi gelap gulita! Terutama jika sudah menyentuh isu lingkungan dan kebijakan pemerintah. 

Saya ngeri melihat kerusakan alam akibat penebangan pohon ugal-ugalan dan pembangunan wisata gila-gilaan yang berakhir pada banjir bandang serta longsor. Di dunia yang makin salah urus ini, uang seolah menjadi panglima, dan kita yang berada di akar rumput sering kali hanya bisa pasrah tanpa jalan keluar.

Di tengah suasana yang menyesakkan itu, saya baru saja membaca di salah satu artikel berita bahwa tahun ini adalah tahun Kuda Api. Sebuah simbol energi yang berlari liar, panas, dan sulit diprediksi. Mengeluh pada kondisi yang di luar kendali hanya akan membuat saya ikut terbakar habis. Karena itu, sebelum kaki ini melangkah lebih jauh, saya memilih untuk berhenti sejenak demi menjinakkan kegelisahan tersebut. Saya perlu melakukan sebuah Life Audit, memetakan kembali bekal apa yang saya punya untuk tetap bertahan, tetap waras,  dan tetap berdaya menunggangi laju Kuda Api 2026 ini.

Akar rumput seperti saya dan ratusan juta orang bahkan miliaran manusia serta mahluk hidup lain di muka bumi ini bisa menjadi bulan-bulanan ketidakberdayaan. Kami tidak bisa pergi ke mana pun ketika bencana datang. Kami yang mungkin akan menghuni tenda-tenda bocor, basah, kelaparan, dan perubahan jalan hidup tanpa masa depan karena pemerintah lelet banget mengatasi kondisi saat dan pascabencana.

Seorang blogger bilang, bencana Sumatera juga disebabkan siklon saat ini. Saya sendiri awam sekali dengan segala kondisi iklim, cuaca, suhu, hingga siklon itu. Yah, meski sering repost informasi seputar kondisi terkini climate change yang bikin bencana di semua penjuru bumi, sejujurnya saya juga masih belum paham cara kerja mereka semua. 

Minimal parameter paham itu kalau saya sudah bisa mengabstraksikan di benak saya alias bisa saya bayangin di pikiran saya. Barulah saya bisa menyebut sudah paham. Kalau belum, kalau semua masih samar-samar di benak saya, saya masih harus banyak baca dan belajar dulu.

By the way, sekalipun saya mengutip si kuda api, ini bukan berarti bergantung pada ramalan ya. Hanya sebagai tambahan pengamatan tentang kondisi saat ini dan kemungkinan-kemungkinannya di masa depan. 

Shio saya shio monyet logam kalo ga salah. Shio yang kabarnya licik, cerdik, dan selalu bisa mengatasi masalah apa pun dengan dua karakter utamanya. Hm..Wallahualam sih ya, itu cocokologi ngga sih? Meski realitanya alhamdulillah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Sebagian bisa langsung selesai, sebagian masih dalam proses menyelesaikan. Dan semua itu terjadi kersaning Gusti Allah..

Jadi, apa saja yang akan saya soroti awal tahun 2026 ini? Point-point biasa yang melekat pada saya sebagai freelancer sejati. Tak lain dan tak bukan tentu saja soal finansial, self improvement, Tiramisu, dan project-project menulis. Baiklah mari kita mulai saja. Yuk, yuuk.. 

 Agenda Finansial di 2026

Tahun 2026 ini tujuan finansial utama saya cuma dua : melunasi semua utang dan biaya pendidikan anak-anak. Investasi masih belum dulu. Dana darurat tentu mulai saya kumpulkan lagi karena memang harus punya. Kebetulan utang-utang yang berkembang biak sejak 2023 lalu itu masih belum selesai. Masih juga belum ada titik terang bakal kelar kapan. Namun, itu bukan alasan untuk pesimis bukan? Selama gigih ikhtiar, in sya Allah yang tidak mungkin, yang masih samar, masih buram, pasti bisa terang, bisa ada kepastian, bisa tuntas. Kan ada Allah..
 
Kesulitan memang datang silih berganti, kekecewaan di sektor ini ( halah sektor..) juga menumpuk dan belum berkurang sih menumpuknya, tapi setidaknya ada teman seperjalanan yang membuat saya bisa mengarungi semuanya dengan tetap optimis. Ia juga struggle dengan utang-utangnya, tapi utang dia dan utang saya semua untuk keluarga. Jadi, ya sudah, kami berpegangan tangan saling menguatkan, saling transfer, juga saling ngingetin bisa pake pos yang itu dulu, ntar diganti dari pos lain. Gitu aja terus. Semoga di tahun 2026 yang baru mulai ini tidak membuat kami harus membuka pos baru.  Saya yakin Allah pasti bakal bantu dengan cara-Nya. Semoga mata batin kami bisa lebih jeli dan rendah hati memahami pesan-pesan-Nya membantu kami. Allah yang Maha Misterius..
 

Tentang Self Improvement 

Hampir jam 2 pagi ketika saya menulis tentang self improvement ini. Jadi bingung , apa sih self improvement buat saya? Sementara saya menyimpan plus mengunduh berbagai konten tentang self improvement, di sisi lain, gaya hidup saya masih belum bisa berubah. 
 
Saya masih sulit tidur jam 23.00. Saya masih sulit rutin olahraga setiap hari meskipun hanya 10-20 menit. Saya masih belum bisa langsung menyelesaikan pekerjaan rumah atau pekerjaan project-project saya tanpa melewati masa menunda sekian lama. Saya juga masih susah benar-benar meninggalkan tepung dan gula. Padahal saya sudah bertekad sarapan sehat bukan donat, biskuit, atau roti bakar keju coklat favorit saya. Saya sebenernya doyan banget salad wrap, tortilla, omelet telur jamur, labu kuning rebus, segala sayuran direbus, aneka jus hijau, dan semua clean food. Sayangnya, makanan sehat itu menuntut saya bangun lebih pagi, menuntut pergi ke pasar supaya dapat beragam sayuran, daging, telur, dll. Semua itu tentu perlu budget tidak sedikit. Jiahh, balik lagi bahas finansial deh!  
 
Jadi, mau bahas self improvement yang gimana ini? Mengusir habit proscrastination yang akut sih! Termasuk mulai memaksa diri ini tidur rutin jam 23.00 setiap hari. Nah, gimana dengan hari ini? Hm..mulainya besok malam kok. Halaah!
 
Baiklah, mari kita buat pemetaan saja atau list lebih tepatnya. Apa yang akan saya lakukan terkait dengan self improvement ini? Oke, ini list-nya. Gusti, paringi power ..
  • tidur jam 23.00 WIB
  • tahajud 
  • salat 5 waktu tepat waktu
  • ODOJ plis..
  • zikir-zikir yang sudah biasa dibaca makin teratur dibacanya
  • olga rutin 30 menit/hari
  • ikut kelas yoga seminggu sekali atau sebulan sekali gapapa untuk membenahi gerakan
  • masak sehat
  • bangun pagi
  • pake metode pomodoro atau eat the frog untuk kelarin tugas-tugas
  • journaling rutin lagi plis..
  • scroll medsosnya harus lebih mindfulness!! 
  • Lebih sabar, ah itu abstrak banget..Ganti deh dengan luangkan waktu untuk memahami perbedaan..
  • lebih konsisten kurangi tepung & gula

 Perjalanan Tiramisu

Alhamdulillah 2025 kemarin, Tiramisu cukup signifikan pergerakannya. Sejak ikut meeting di komunitas bisnis BNI sebagai tamu, saya mulai menawarkan jasa Tiramisu ke sebagian owner bisnis di komunitas tersebut. Alhamdulillah ada iCare Dental yang nyangkut. Selain itu, beberapa owner berminat, tapi mereka hilang atau bilang ngga bisa kerja sama karena faktor budget. 
 
Sebut saja Imago Hills. Sebel juga sih karna katanya bakal ngabarin, taunya pake jasa agensi lain karena mereka satu komunitas. Lalu ada Marsela dari properti. Saya luangkan waktu ketemuan di Pavilioen, eh dia batal datang karna tabrakan jadwal atau apa lah. Ternyata ngga jadi karena KOL-KOL yang saya tawarkan tidak sesuai. Kalo dugaan saya sih memang budget-nya ngga cocok aja. Selain itu ada owner villa, owner usaha cleaning service, dll. 
 
Bersama kegagalan ada keberhasilan. Semua hal pasti berjalan beriringan bukan? Banyak yang ngga lanjut kerja sama, cukup banyak yang datang ngajakin kerja sama. Ada yang gol, ada yang menghilang setelah dapat banyak masukan. Ya sudah, begitu deh dunia marketing, dunia bisnis. Harus tangguh, ngga boleh gampang patah termasuk ngga boleh baperan.
 
Tahun 2026 ini tetap sama seperti thn 2025 lalu. Approach calon-calon klien. Bedanya harus lebih rajin, lebih gigih, dan lebih serius. Bisnis plan harus saya bikin serius juga. Januari ini atau Februari depan saya bikin deh. Sepertinya sementara waktu hingga entah kapan, saya single fighter dulu. Kerjain semua sendiri karena partner saya sibuk dengan pekerjaan lain yang memang secara finansial lebih jelas, lebih pasti. Tiramisu masih merintis banget. Jadi, ya ngga bisa diandalkan. Sebenernya kalau fokus, serius, konsisten, Tiramisu akan bisa diandalkan. Sayangnya, urusan dapur ngga bisa nunggu kan? Jadi ya dimaklumi saja. BTW, kok saya bisa? Ya, saya juga ngga full dari Tiramisu sih. Tapi karena PT perorangan ini atas nama saya, saya bertanggung jawab. TIramisu anak bungsuku..
 

Project Menulis & Mengajar 

Alhamdulillah ada satu buku berhasil terbit di 2025. Filsafat Politik. Debutku menulis buku selain buku soal. Cukup bangga juga sih karena tidak semua orang bisa nulis tema itu. Terutama basic pendidikanku dari ilmu filsafat mengukuhkan kelayakanku menulis tema tersebut. Setelah ini, aku mau kelarin Filsafat Hukum. Abis itu masih pengin nulis buku tema filsafat lagi sih meski belum tau spesifiknya tentang apa. Lihat kebutuhan penerbit dulu.
 
Project lain yang mungkin akan kulepas : naskah analisis fundamental vs teknikal. Asli, ini susah ternyata. Aku sudah keder bayangin candle-candle yang harus kumasukkan dalam tulisan. Kuatir salah, kuatir ga jelas, kuatir ga bisa dipahami pembaca. Secara aku kan cuma nulis, pernah praktik itu pun cuma setahun di 2022. Meskipun mau kulepas, besok kukerjain dulu deh. Bagus kalo berhasil nulis sampai bab 5. Bismillah.. Kalo jatahku, pasti ada jalan..
 
Project nulis buku CPNS dari Turos akan kukerjakan mulai Februari setelah gagal total kukelarin di 2025. Project nulis revisi soal-soal SKB CPNS Andi kumulai kerjakan di Januari ini. Abis itu naskah soal BUMN dan AKMIL AKPOL.Bismillah, yuk rajin yuk, konsisten!
 
Kegiatan mengajar masih jalan. Aku tetep di Zona Belajar. Januari ini selain ngajar persiapan tes untuk para dokter yang mau lanjut pendidikan spesialis, aku ngajar anak SD & SMP yang mau masuk SMP & SMA Labschool. Untuk Quipper, setahun cuma dapet jadwal 2x. ckckck..Mana dapetnya jadwal bahas soal-soal TO trus anak-anaknya pada ngga pegang soal. Bener-bener ngga kondusif. Otomatis penilaian terhadapku juga ga oke lah..Yo wis, Quipper ini anggap aja cemilan receh pisan meski fee-nya paling gede. Etapi fee gede, tugas-tugas administrasinya juga buanyak dan ribet. Dahlah, paling oke di Zona. Ngga harus pergi ke mana-mana. Ngajar dari rumah, ngga ada penugasan apa pun.
 

Rawat Blog Lebih Rajin 

Belajar lebih rajin memahami cara kerja SEO, algoritma, segala analitic, dan Google Console. Semua ilmu yang sudah kupunya sebelumnya harus diasah lagi, harus diperbarui lagi. Rutin isi blog, fokus ke satu niche, rencanaku sih fokus ke niche finansial. Kapan itu sudah konsul ke praktisi finansial tentang niatku menulis tema finansial berdasarkan talkshow-talkshow juga buku serta konten finansial yang kubaca. Dia bilang selama ditulis sumber-sumbernya, it's OK. Aku juga akan memasukkan kontak para narsum di tulisanku kalo bahannya didapat dari obrolan.
 

Optimasi Medsos juga Affilliate Marketing 

Tahun ini aku mau bikin content planning untuk medsos pribadiku juga untuk Tiramisu. Konten di bukukukopiku sdh muncul ttg Harpot & pernyataan JK. Rowling tentang Islam yang melukai. Konten Tiramisu ttg perbedaan pakai ads dan influencer. Konten - konten selanjutnya akan kudiskusikan dengan Gemini. Kangen Grok, mungkin akan kucoba install aplikasi VPN yang kemarin direkomendasikan.
 
Tiktok akan kuoptimasi juga. Video-video yang kusimpan di galeri mau kukeluarin semua. Ntar bisa disesuaikan dengan produk-produk di keranjang kuningku. Pun untuk Shopee. Setahun kemarin ga pernah bikin video utk produk affiliate karena keterbatasan alat. Kukira sudah waktunya memaksakan diri beli tripod yang bisa dipakai untuk review produk tanpa aku harus pegang HP saat shoot produk. Itu sebutlah modal. Oh ya, aku juga perlu headphone menggantikan headphone lama yang rusak untuk ngajar dan rekam suara saat VO.  

Peluang-Peluang Baru 

Ini tentu saja tetap harus diupayakan. Memperbarui CV, menambah skill, ikut workshop, ikut kelas-kelas yang menunjang pekerjaanku akan tetap kulakukan. Lebih gercep masukin lamaran kerja. Jangan terulang lagi gagal ikut seleksi kerjaan karena aku lelet kirim penugasan sebagai bahan seleksi. 
 
Tahun ini mau coba apply ngajar di aplikasi itu. Aku lupa namanya. Ntar kucari. Mau ikut Uji Kompetensi Bahasa Indonesia di Pusat Bahasa, sertifikasi keahlian yang kutekuni, dan ikut lomba nulis 1- 2 lomba dengan serius.  
 
Demikian yang jadi fokusku di tahun 2026. Motivasiku agar tetap optimis karena banyak peluang di depan sana. Yang penting benahi mental menunda juga kebiasaan scroll medsos hingga terlena. Gusti, paringi power..
 
 
 
 

Tiga Kekuatan Utama Tuturan Yunis Kartika dalam Sepatualang:Edisi Jalan-Jalan ke Bukittinggi dan Padang


Resensi Buku Sepatualang:Edisi Jalan-Jalan ke Bukittinggi dan Padang
foto:istimewa

Sepatualang: Edisi Jalan-jalan ke Bukittinggi dan Padang
menampilkan kekuatan utama tulisan Yunis Kartika. Ia memadukan gaya bertutur yang akrab dengan narasi perjalanan yang personal dan reflektif.

Sekilas Buku Sepatualang : Edisi Jalan-Jalan ke Bukittinggi dan Padang

Buku ini bukan sekadar daftar destinasi, melainkan catatan perjalanan yang hidup. Kisahnya dituturkan tidak hanya dari sudut pandang penulis, tetapi juga melalui “suara” sepasang sepatu bernama Samayo. Pilihan sudut pandang yang unik ini membuat pengalaman menyusuri Bukittinggi dan Padang terasa jenaka, imajinatif, dan dekat dengan keseharian pembaca.​

Secara garis besar, isi buku terbagi dalam dua bagian besar yang mengikuti alur perjalanan tokoh dan Samayo menjejakkan kaki di Bukittinggi lalu berlanjut ke Padang. Di setiap kota, pembaca diajak mengikuti rangkaian kunjungan ke tempat-tempat ikonik, momen perjumpaan dengan warga lokal hingga pengalaman mencicipi beragam kuliner.

Semuanya disusun dalam bentuk episode-episode pendek sehingga mudah dinikmati sebagai kisah lepas atau sebagai rangkaian utuh sebuah perjalanan.

Tiga Kekuatan Utama Tuturan Yunis Kartika


Setiap penulis mempunyai ciri khas dalam menuturkan ide-idenya. Ciri khas ini menjadi kekuatan ketika mereka menerjemahkan gagasan menjadi rangkaian kata yang seakan berjiwa. Hal yang sama tampak jelas pada narasi-narasi Yunis Kartika dalam buku Sepatualang: Edisi Jalan-jalan ke Bukittinggi dan Padang.


1. Kekuatan Membangun Ruang Penuh Memori

Kekuatan pertama tampak pada kemampuan penulis membangun suasana kota sebagai ruang penuh memori bukan sekadar latar foto.

Di bagian Bukittinggi, misalnya, Yunis menggambarkan Jam Gadang, rumah kelahiran Bung Hatta, Lubang Japang, dan Ngarai Sianok tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai media untuk mengingat sejarah, luka penjajahan, dan ruang humanis tempat warga berkumpul.

Yunis mendeskripsikan keempatnya sebagai selipan sejarah singkat dan refleksi emosional. Kesan hangat sekaligus informatif melekat pada pembaca.

2. Kekuatan ​Memadukan Alam, Religiusitas, dan Kuliner secara Filosofis

Kekuatan kedua berada pada cara penulis menonjolkan perpaduan alam, religiusitas, dan kuliner ketika bercerita tentang Padang. Masjid Raya Sumatera Barat, pantai-pantai seperti Purus, deretan museum, serta rendang dan kuliner khas Minang digambarkan secara detail.


Melalui tiga aspek tersebut, Yunis menonjolkan filosofi dan nilai hidup orang Minangkabau. Pembaca bukan hanya “diajak makan”, melainkan juga diajak memahami bagaimana sebuah masakan menyimpan kisah kerja keras, kebersamaan keluarga, dan kearifan lokal tentang kesabaran dan proses.

3. Kekuatan Deskripsi yang Kontemplatif

Kekuatan ketiga terletak pada perpaduan deskripsi tempat, dialog ringan, dan renungan yang membuat alur narasi mengalir dan mudah diikuti. Yunis menggunakan tokoh sepatu Samayo untuk menjahit fragmen-fragmen perjalanan menjadi kisah utuh tentang langkah-langkah kecil yang menyimpan kisah besar.

Sementara itu, gaya bahasa Yunis yang ringan dan komunikatif membuat buku ini cocok, baik bagi pembaca yang ingin merencanakan perjalanan ke Sumatra Barat maupun yang sekadar ingin “jalan-jalan” lewat imajinasi dari rumah.

---

Pada akhirnya, tulisan Yunis Kartika menjadikan buku ini sebuah ajakan untuk memaknai perjalanan lebih dalam: bukan hanya berpindah dari satu kota ke kota lain, melainkan juga menyelami cerita, sejarah, dan nilai yang dilewati setiap langkah.









Review Mangun, Novel Biografi Romo Mangunwijaya

Review Novel Biografi Romo Mangun

Judul buku : Mangun, Sebuah Novel
Penulis       : Sergius Sutanto
Penerbit     : Elex Media Komputindo
Cetakan      : I, 2016
Tebal           : xxx + 412 halaman

Saya mengenal namanya sejak aktif di pers mahasiswa. Namanya seringkali disebut para senior setiap kami berdiskusi tentang pendidikan untuk kaum terpinggirkan. Romo Mangun, Kali Code, dan Paulo Freire. Tiga frasa itu begitu akrab di telinga saya selama empat tahun menjadi jurnalis kampus.

Kebetulan kost saya tidak terlalu jauh dari Gang Kuwera, Demangan, Yogyakarta. Saya selalu melewati gang ini supaya lebih cepat sampai kost sehabis membeli makan malam di jalan Gejayan. 

Di dalam gang tersebut, ada bangunan bercat serbamerah. Di halamannya terpampang papan nama bertuliskan Dinamika Edukasi Dasar (DED). Bangunan bercat merah itu lembaga yang didirikan Romo Mangunwijaya. Lembaga ini pula yang menaungi sekolah girli di Kali Code. Sekolahnya anak jalanan yang dibangun di tepian Kali Code.

Lalu apa hubungannya dengan Paulo Freire, tokoh pendidikan dari Brazil? Tentu saja sangat berhubungan. Pemikiran-pemikiran Freire tentang pendidikan yang membebaskan sangat memengaruhi Romo Mangun. Pun buku Freire yang berjudul Pendidikan yang Membebaskan turut mewarnai cara Mangun memandang pendidikan.

Awal Mula Membaca Mangun

Tiga frasa itu melekat kuat di pikiran saya hingga saya meninggalkan hiruk-pikuk kesibukan pers mahasiswa. Belasan tahun berselang, seorang teman meminta saya membantu menjualkan puluhan judul koleksi bukunya. Salah satu judul yang ada di tumpukan bukunya Mangun Sebuah Novel.

Saya cermati lagi judulnya. Oh, ini biografi Romo Mangunwijaya yang ditulis dalam bentuk novel. Kebetulan waktu itu saya berencana akan menulis biografi mantan Ratu Ternate. Saya kira saya bisa mempelajari format penulisan Mangun untuk tulisan saya kelak.

Buku setebal 406 halaman ini dilengkapi foto-foto Romo Mangun kecil, keluarga besarnya, ketika ia dewasa, masa sekolah di Jerman, serta foto rumah masa kecilnya di Magelang. Perjalanan hidup Romo Mangun dibagi berdasarkan bagian-bagian penting dalam hidupnya. 

Saya mungkin termasuk sebagian besar orang yang hanya tahu namanya adalah Romo Mangunwijaya. Kalau dalam buku-bukunya yang pernah saya baca, ia menulis namanya "YB. Mangunwijaya. Dalam novel Mangun,  saya baru tahu kalo kepanjangan dari Y.B. adalah Yusuf Bilyarta.

Review Mangun, Novel Biografi Romo Mangunwijaya

Biografi ini dibuka dengan tulisan ambarawa, 6 Mei 1929, seorang bayi laki-laki lahir. Ia diberi nama Bilyarta. Nama itu disematkan karena saat lahir, sang bapak sedang asyik main biliar. Bapaknya tidak mengira kalau sang istri akan segera melahirkan. 

Sebagai seorang Katolik, Bilyarta mempunyai nama baptis, yaitu Yusuf. Nama itu diambil dari nama suami Bunda Maria, penjaga dan pelindung keluarga menurut keyakinan Katolik dalam kitab Injil. 

Sang Kakek bernama Mangunwidjojo. Seharusnya nama lengkapnya adalah Jusuf Biljarto Mangunwidjojo. Namun, entah kenapa, Mangun lebih suka menggantinya dengan akhiran "a" di belakang dua nama terakhirnya. Jadilah namanya ditulis Yusuf Bilyarta Mangunwijaya.

Bapaknya Yulianus Sumadi Mangunwidjoyo adalah seorang pendidik. Di usia senjanya, Pak Sumadi sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Kedu. Ibu Mangun bernama Serafin Kamdaniyah. Ia pun seorang pendidik, guru taman kanak-kanak. 

Bapak ibu Mangun merupakan pasangan dari generasi kedua Jawa Katolik yang sangat taat. Sementara kakek-nenek dari bapak ibunya adalah penganut muslim secara tradisi. Sebagai keluarga pendidik, bapak ibu Mangun sangat mahir berbahasa Belanda. Itulah sebabnya Mangun lebih dulu kenal bahasa Belanda sebelum fasih berbahasa Inggris.

Sebagai keluarga yang religius, Mangun dan sebelas adiknya sangat akrab dengan cerita-cerita dalam alkitab. Begitu pula dengan ibadat rutin di gereja juga doa-doa harian yang tidak pernah absen dibaca.

Bagian pertama dalam novel Mangun menceritakan kisah Mangun kecil hingga remaja. Masa kecil Bilyarta (panggilan Romo Mangun semasa kecil) dihabiskan di Kota Magelang yang damai. DI tengah masa pendidikan SMP, Bilyarta bergabung dengan Tentara Pelajar. 

Pengalaman menjadi Tentara Pelajar menjadi salah satu referensinya menulis novel Burung-Burung Manyar. Tokoh Atiek adalah nama gadis yang sempat menjadi primadona di antara kawan-kawannya sesama Tentara Pelajar.

Ketika Jepang kalah di Perang Dunia II lalu meninggalkan Indonesia, Bilyarta masih aktif sebagai Tentara Pelajar hingga detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Ia masih bertugas saat Belanda yang diboncengi NICA kembali masuk Indonesia. Bilyarta baru kembali bersekolah setelah kondisi benar- benar aman dari penjajahan.

Ia melanjutkan sekolah ke SMA di Yogyakarta. Ketika memikirkan kelanjutan pendidikannya selepas SMA, hati nurani Bilyarta gelisah mengingat masa lalu semasa menjadi Tentara Pelajar. Ia merasa dosa-dosanya menggunung hingga tak layak untuk diampuni. 

Di kondisi tersebut, kegelisahan yang sangat membawa Bilyarta menemui Romo Kanjeng Soegijapranata, Uskup Agung Semarang. FYI, Soegijapranata merupakan uskup pribumi Indonesia pertama.

Setelah bertukar pikiran, Romo Kanjeng mendukung pilihan Bilyarta menjadi pastor. Pada tahun 1953, Bilyarta melanjutkan pendidikan ke Seminari Tinggi Santo Paulus di Yogyakarta sampai tahun 1959. 

Perjalanan Menjadi Romo dan Pengabdian kepada Kaum Marginal


Setelah lulus seminari pada 1959, Mangun diordinasi sebagai pastor pada 1960 dan ditugaskan di berbagai paroki, mulai dari Jakarta hingga Yogyakarta. Di sinilah pengaruh Paulo Freire semakin mendalam. 

Romo Mangun menerapkan konsep "pendidikan pembebasan" untuk anak-anak miskin urban dan kaum terpinggirkan. Ia bukan sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan juga membangun kesadaran kritis agar mereka bisa membebaskan diri dari belenggu kemiskinan struktural.

Puncak pengabdiannya diabadikan di bagian tengah novel: pendirian Dinamika Edukasi Dasar (DED) di Gang Kuwera, Demangan, yang saya lewati setiap hari waktu kuliah. Melalui DED dan Sekolah Girli di tepi Kali Code, Romo Mangun mendidik anak jalanan dengan pendekatan holistik. Ia mengajar baca tulis sambil menumbuhkan harga diri dan keterampilan hidup. Novel ini kaya akan detail perjuangannya, seperti membangun sekolah darurat dari kardus bekas, menghadapi banjir Kali Code, memperjuangkan hak-hak  petani korban gusuran (Kedungombo) hingga konflik dengan aparat yang curiga pada aktivitasnya yang progresif.

Bagian akhir menggambarkan masa senja Romo Mangun, termasuk karya sastra ikoniknya seperti Burung-Burung Manyar (dari pengalaman Tentara Pelajar) dan Rangan Samiri, serta kritik tajamnya terhadap Orde Baru. Ia wafat pada 17 Februari 1999, meninggalkan warisan sebagai "Sang Romo bagi Kaum Marginal" yang menginspirasi generasi pendidik Indonesia.

Kekuatan, Kelemahan, dan Rekomendasi

Kekuatan utama Mangun terletak pada format novel biografi yang hidup. Penulisnya, Sergius Sutanto, menuliskan perjalanan hidup Mangun bukan dalam daftar kronologi kering, melainkan narasi mengalir dengan dialog autentik, introspeksi batin, dan foto-foto arsip yang membangun ikatan emosional. Integrasi pemikiran Freire dengan konteks lokal Indonesia membuatnya relevan hingga kini, terutama bagi aktivis pendidikan dan sastra.

Tapi, ada kelemahan kecil: beberapa deskripsi keluarga terasa panjang dan memperlambat ritme. Sementara itu, kontroversi seperti pandangan Romo soal sinkretisme agama atau politik Orde Baru kurang dieksplorasi secara mendalam.

Secara keseluruhan, buku ini seperti reuni dengan idola masa muda saya. Skor pribadi: 4,5/5. Sangat direkomendasikan untuk pembaca sejarah, pendidikan, atau siapa pun yang ingin terinspirasi berjuang bagi yang terpinggirkan, ala Romo Mangunwijaya.



Penyebab dan 5 Cara Ampuh Atasi Mulut Bau Besi

Kenapa mulut bau besi?
pic: freepik.com

Pernah ngalamin ngga pede karena napas bau besi? Kok bisa ya? Kenapa mulut bau besi? Kalau kamu termasuk yang punya problem napas bau besi kayak gini, yuk simak tips saya berikut ini.

 Apakah Mulut Kamu Bau Besi atau Logam? Yuk, Kenali Penyebabnya!

Mulut bau besi atau sering diibaratkan sebagai "napas bau logam" adalah kondisi yang secara medis dikenal sebagai halitosis. Bau aneh ini bukan sekadar masalah kebersihan mulut, melainkan sering kali menjadi indikasi adanya proses internal dalam tubuh kita.

Sebelum kita membahas solusinya, penting untuk memahami apa yang sebenarnya menyebabkan mulut memiliki aroma yang khas seperti darah atau uang logam. Wah, ternyata perumpamaan lainnya agak serem ya : aroma khas seperti darah.

Penyebab Utama Mulut Bau Besi

Mulut bau besi umumnya disebabkan oleh tiga faktor utama:

  1. Kesehatan Mulut yang Buruk: Ini adalah penyebab yang paling umum. Adanya penumpukan bakteri di lidah, gigi berlubang, atau penyakit gusi (periodontitis) dapat menghasilkan senyawa sulfur yang berbau busuk. Jika ada pendarahan kecil di gusi, aroma darah yang bercampur dengan air liur dapat menimbulkan bau seperti besi.

  2. Kondisi Diet (Ketosis): Buat kamu yang sedang diet rendahkarbohidrat seperti diet keto atau puasa intermiten, mekanisme tubuhmu beralih ke pembakaran lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan zat kimia bernama keton. Salah satu jenis keton, yaitu aseton, dilepaskan melalui napas dan urin yang seringkali menghasilkan aroma manis, tetapi terkadang juga berbau logam atau buah.

  3. Masalah Kesehatan Serius: Dalam kasus yang jarang, tetapi patut diwaspadai, bau besi bisa menjadi gejala kondisi medis tertentu, terutama yang melibatkan ginjal atau hati. Bau seperti amonia (mirip bau pesing atau logam) bisa menjadi tanda adanya masalah ginjal. Begitu juga diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu ketoasidosis diabetik yang perlu penanganan medis segera.

5 Cara Ampuh Atasi Napas Bau Besi dengan Efektif

Setelah mengidentifikasi kemungkinan penyebabnya, berikut adalah lima langkah praktis dan ampuh yang dapat kamu lakukan untuk menghilangkan mulut bau besi:

1. Tingkatkan Kebersihan Mulut Secara Menyeluruh

Ini adalah garis pertahanan pertama.

  • Sikat Gigi: Sikat gigi minimal dua kali sehari selama dua menit penuh, menggunakan pasta gigi berfluoride.

  • Benang Gigi (Flossing): Gunakan benang gigi (floss) setidaknya sekali sehari. Sisa makanan yang terperangkap di sela-sela gigi adalah sumber utama bau.

  • Pembersih Lidah: Bakteri sering bersembunyi di permukaan lidah. Gunakan alat pembersih lidah atau sikat gigi Anda untuk membersihkan lidah dari belakang ke depan setiap kali menyikat.

2. Pertahankan Hidrasi dengan Minum Air Putih

Air liur adalah pembersih alami mulut. Ketika kamu dehidrasi, produksi air liur berkurang, memungkinkan bakteri berkembang biak lebih cepat, yang dapat memperburuk bau logam.

Minumlah banyak air putih sepanjang hari. Hindari minuman manis dan kafein berlebihan karena justru dapat menyebabkan dehidrasi dan mulut kering.

3. Kunyah Daun Mint atau Permen Karet Xylitol

Jika bau besi disebabkan oleh ketosis (diet keto), cara terbaik adalah menunggu tubuh Anda menyesuaikan diri atau meningkatkan sedikit asupan karbohidrat.

Namun, untuk mengatasi baunya sementara, Anda dapat mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol. Xylitol terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau di mulut. Daun mint segar, peterseli, atau cengkeh juga dapat membantu menetralisir bau secara instan.

4. Kunjungi Dokter Gigi Secara Teratur

Pemeriksaan gigi dan pembersihan karang gigi (scaling) secara rutin (setidaknya setiap enam bulan) sangat penting. Dokter gigi dapat mengidentifikasi dan menangani masalah gusi atau gigi berlubang yang mungkin menjadi sumber pendarahan kecil dan bau besi yang tidak Anda sadari. Jika dokter gigi mencurigai masalah yang lebih serius, mereka akan merujuk Anda ke spesialis.

5. Konsultasi dengan Dokter Umum

Jika mulut bau besi tidak hilang setelah kamu meningkatkan kebersihan mulut dan tidak sedang menjalani diet keto, saatnya untuk mencari saran medis.

Konsultasikan keluhanmu dengan dokter umum. Mereka dapat melakukan tes darah sederhana untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi kesehatan yang lebih serius yang memengaruhi ginjal atau hati sehingga kamu mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kapan Harus ke Dokter?
 

Segera kunjungi dokter jika mulut bau besi disertai gejala lain, seperti:

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

  • Sering buang air kecil dan rasa haus yang ekstrem (kemungkinan diabetes).

  • Kelelahan ekstrem atau mual yang berkepanjangan.

Semoga tips ini membantu. Good luck ya. Salam sehat :)

Penting Banget! 5 Cara Mengatasi WA yang Kena Spam


pict by freepik.com

Makin canggih teknologi di era digital ternyata berbanding lurus dengan kecanggihan para penjahat di dalamnya. Salah satunya adalah kelakuan scammer yang sering menyasar beragam media sosial kita. Pasti kita pernah membaca berita atau konten yang membahas para korban scammer. Salah satunya adalah spam yang mengganggu. Kemunculannya kerap kali membuat account medsos kita menjadi tidak aman dan nyaman. 

Sebelum kita melanjutkan pembahasan cara mengatasi spam. Sebaiknya kita telaah dulu hubungan antara spammer dan scammer. Spam adalah salah satu alat atau kendaraan utama yang digunakan oleh scammer untuk mencapai tujuannya.  

Dari berbagai jenis media sosial yang bertebaran di gadget kita, Whatsapp menjadi media sosial yang rentan kena scammer. Pesan-pesan asing masuk dengan bahasa terstruktur menawari kita produk atau jasa. Kadangkala metodenya bukan menawari produk atau jasa, melainkan bergabung dengan komunitas, mengirim kode-kode tidak jelas, dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi WA kena spam?

5 Cara Efektif Mengatasi WA yang Kena Spam 

Berikut ini 5 cara efektif untuk mengatasi WhatsApp yang kena spam (baik spam chat, grup masuk sendiri, atau nomor sering dapat pesan promosi/penipuan). 

1. Aktifkan Pengaturan Privasi Ketat
  • Buka WhatsApp → Pengaturan → Privasi:  Siapa yang bisa melihat terakhir dilihat, foto profil, info, status → pilih “Kontak Saya” atau “Tidak Ada”  
  • Grup → pilih “Kontak Saya” (agar orang random tidak bisa masukin kamu ke grup sembarangan). Centang biru dibaca & laporan dibaca → matikan jika perlu
2. Blokir + Laporkan sebagai Spam Secara Rutin
   Setiap dapat pesan spam:  Buka chatnya → ketuk nama/nomor di atas → scroll ke bawah → “Blokir” + centang “Laporkan sebagai spam”
    WhatsApp akan memproses dan nomor tersebut semakin sulit mengirim spam ke orang      lain.

3. Keluar dan Laporkan Grup Spam yang Masuk Otomatis
Kalau tiba-tiba masuk grup aneh:  Keluar dari grup → sebelum keluar, ketuk nama grup → “Laporkan grup”
Ini membantu WhatsApp mendeteksi dan menonaktifkan grup spam tersebut.

4. Sembunyikan Nomor WA dari Orang Asing  Jangan pernah cantumkan nomor WA di bio Instagram/Twitter/FB yang publik  
Jangan klik link mencurigakan (banyak bot yang panen nomor dari link klik)  
Gunakan fitur “Klik untuk Chat” (wa.me) tanpa harus menampilkan nomor asli di website/toko online.

5. Gunakan Fitur Resmi WhatsApp untuk Membatasi Pesan Orang Tidak Dikenal (Update Terbaru 2024-2025)
WhatsApp sekarang punya fitur baru:
  • Pengaturan → Privasi → “Senyapkan nomor tidak dikenal” (Silence unknown callers)
  • Dan fitur “Batasi pesan dari orang yang tidak disimpan” (ada di beberapa versi beta/stable terbaru)
→ Orang tidak dikenal tetap bisa kirim pesan, tapi chatnya masuk ke folder terpisah dan tidak mengganggu notifikasi utama.

Makin canggih teknologinya seharusnya sih makin bisa mengantisipasi spam-spam yang bertebaran di Whatsapp. Spam yang sangat mengganggu dan biasanya tanpa henti.  Adanya cara mengatasi WA yang kena spam membuat semua pengguna WA lebih tenang.  
 
Salah satu fitur resmi terbaru yang membatasi pesan orang yang dikenal sangat membantu kita memfilter pesan-pesan yang masuk. Ya, meski memang tidak semua pesan dari orang asing adalah spam. Setidaknya kita bisa lebih aware ketimbang tidak punya pemahaman sebelumnya bukan? Salam :)