Agenda outbond ini sudah kami rancang sejak dua bulan lalu. Ya, akhir minggu di Agustus yang sibuk akan kami isi dengan hiking di Gunung Putri, Lembang, Kabupaten Bandung. Di tengah padatnya jadwal pekerjaan, mengurus rumah tangga, mendampingi si bungsu menjalani aktivitas sekolah dan belajar di rumah, serta semua urusan sebagai istri, saya sangat antusias akan menikmati kesegaran udara Gunung Putri.
Apa Itu Mata SePeLe?
Sayangnya, makin hari mata saya makin tidak nyaman. Sebenarnya sudah seminggu terakhir saya merasa ada yang salah dengan mata saya.
Mata terasa seperti “lelah bekerja” setelah beberapa jam menatap layar. Saya kira dengan mengistirahatkan mata dari menatap layar ponsel dan laptop seharian, mata saya akan kembali nyaman. Ternyata dugaan saya salah.
Kemarin saat saya mengajar daring, mata saya kok sepet. Semacam ada sensasi mengganjal di mata. Rasanya seperti ada pasir, debu, atau bulu mata masuk. Ganjalan itu sangat mengganggu sehingga membuat saya ingin sering mengucek mata. Sekuat tenaga saya tahan agar tidak mengucek mata.
Ketika sedang menjelaskan materi pembahasan soal, penglihatan saya agak kabur. Duh, saya mulai panik. Apalagi malam ini kondisi mata SePeLe semakin mengganggu. Mata terasa sepet ditambah lelah dan kering secara bersamaan.
Kacaunya kondisi ini terjadi saat saya mengajar kelas besar bukan kelas privat seperti biasanya. Akibatnya saya tidak bisa mengajar secara maksimal. Saya perlu waktu lebih lama untuk membaca soal yang saya bahas di kelas daring. Ketika waktu belajar usai, masih 70% soal yang belum dibahas.
Bagaimana jika saya tidak bisa melihat jalan saat hiking? Tentu kondisi saya akan merepotkan teman-teman di komunitas. Saya putuskan tidak jadi pergi saja.
Bahaya Mata Kering Jika Tidak Diatasi
Solusi Mengatasi Mata Kering: Insto Dry Eyes dan Aturan 20-20-20
Kekhawatiran membuat saya agak panik. Di tengah kegalauan itu, suami menyarankan menggunakan Insto. Kebetulan karena ia lebih mobile, Insto kadangkala menjadi sahabatnya ketika matanya mengalami iritasi ringan karena polusi. Melihat kondisi mata saya, suami menyarankan Instro Dry Eyes.
Suami menjelaskan alasannya menyarankan varian #InstoDryEyes ini. Katanya, Insto Dry Eyes mengandung hydroxypropyl methylcellulose (hypromellose). Zat ini berfungsi sebagai air mata buatan.
Hypromellose membentuk lapisan pelumas di permukaan mata, membantu menjaga kelembapan lebih lama, mengurangi gesekan saat berkedip, serta meredakan gejala mata pegal, sepet, dan kering.
"Wah, keren banget kamu, Bi. Bisa hapal dan paham kandungan Insto Dry Eyes," ujar saya kagum.
Suami tersenyum lebar, "Itu hasil mengecek di internet kok."
Oh, pas beli Insto Dry Eye, dia juga browsing kandungannya. Hari gini apa sih informasi yang tidak bisa kita akses? :D
Kemasan Insto Dry Eyes didominasi warna biru cerah pada botol dan tutupnya. Kotak karton luarnya berwarna biru putih dengan gambar botol Insto dan dilatari gambar banyak tetesan air.
Cara Penggunaan Insto Dry Eyes untuk Mata SePeLe sederhana saja. Teteskan 1–2 tetes pada mata kanan dan kiri. Kita bisa gunakan 3 kali sehari atau sesuai kebutuhan, Yang pasti baca cermat petunjuk pada kemasan. Ukuran 7,5 ml yang membuatnya ringkas mudah dibawa di tas atau disimpan dalam saku pakaian.
Dari kondisi yang saya alami, sebaiknya gunakan Insto Dry Eyes saat gejala mulai muncul, terutama setelah lama menatap layar, berada di ruangan ber-AC, atau saat mata mulai terasa tidak nyaman. Ya, seperti mata SePeLe yang saya rasakan ini.
Terapkan Aturan 20-20-20
Selain menggunakan Insto Dry Eyes, kita juga membiasakan diri menerapkan aturan 20-20-20. Ini adalah pengaturan waktu untuk mata kita bekerja dan beristirahat. Berikut ini mekanismenya :
👉 setiap 20 menit menatap layar, lihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
Teknik sederhana ini dicetuskan oleh Dr. Jeffrey Anshel, seorang optometrist, dan direkomendasikan oleh American Optometric Association serta American Academy of Ophthalmology.
Dr Jeffery Anshel menjelaskan, "Saat menatap layar terlalu lama, otot fokus mata terus berkontraksi dan frekuensi kedipan menurun drastis. Dengan melihat objek jauh selama 20 detik, otot mata menjadi rileks, kedipan kembali normal, dan penyebaran air mata membaik."
Bagaimana caranya? Mudah saja. Kita bisa memasang timer setiap 20 menit untuk bekerja di depan layar monitor. Setelah 20 menit, alihkan pandangan ke jendela, pohon, atau ujung ruangan yang jaraknya 20 kaki (sekira 6 meter) selama 20 detik. Selanjutnya, kedipkan mata beberapa kali sebelum kembali bekerja.
Kombinasi antara penggunaan Insto Dry Eyes dan penerapan aturan 20-20-20 secara konsisten akan memberikan hasil yang lebih optimal. Ditambah dengan pengaturan posisi layar yang benar (jarak 50–70 cm dan bagian atas layar sedikit di bawah sejajar mata) serta pencahayaan ruangan yang baik, kenyamanan mata dapat terjaga lebih lama.
Tentu kita semua sepakat dengan ungkapan "mencegah selalu lebih baik daripada mengobati". Dengan mengenali gejala sejak dini, memahami penyebabnya, dan segera memberikan solusi yang tepat, risiko mata SePeLe dapat diminimalkan. Jangan biarkan keluhan ringan berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Jaga kenyamanan mata agar aktivitas digital tetap produktif, nyaman, dan tidak terganggu oleh rasa tidak nyaman yang mengganggu. Pastikan mata kita sehat #BebasMataKering.








