Featured Slider

Cara Kartini Modern Melawan Algoritma Belanja: Tips Berdaya Secara Finansial

Perempuan melek literasi finansial

Menjadi Kartini modern bukan lagi soal berjuang di medan literasi buku saja, melainkan literasi finansial. Di tengah kepungan algoritma media sosial yang dirancang untuk memicu belanja impulsif, perempuan perlu memiliki 'perisai' berupa kesadaran finansial agar bisa menentukan tujuan hidupnya sendiri tanpa terjebak FOMO.

Sejalan dengan pemahaman tersebut, pada perayaan Hari Kartini, 22 April 2026, Female Digest bekerja sama dengan Tropicana Slim, Nutrifood, dan Wardah Beauty dari Paragon Corp menggagas webinar bertema Literasi Tinggi, Risiko Rendah. Kartini Modern, Melek Finansial.

Webinar ini dipandu Mbak Ruth Ninajanty (Community Development Manager Female Digest. Dua narasumber adalah  Mbak Dedek Gunawan ( certified financial planner) dan Mbak Diana Anggraini (Dosen LSPR Institute of Communication & Business). Sebagai narasumber yang sudah makan asam manis pergumulan literasi finansial, keduanya menekankan bahwa musuh utama keuangan perempuan saat ini adalah 'kebocoran halus' akibat dorongan emosional yang dipicu oleh algoritma digital.

6 Kesalahan Umum Perempuan dalam Mengelola Keuangan menurut Financial Planner

Menurut Mbak Dedek Gunawan dari pengalamannya sebagai certified financial planner, ada enam kesalahan umum yang dilakukan perempuan dalam mengelola keuangan. Kesalahan umum ini menunjukkan pola pikir/kebiasaan buruk yang sering menghambat seseorang dalam mencapai tujuan finansial. 
 
1. Menjadi perfeksionis
Seringkali kita menunda memulai sesuatu karena menunggu waktu yang sempurna. Sementara, kita tidak pernah tahu kapan yang sempurna itu datang. 
 
2. Tidak punya perencanaan keuangan
Tanpa ada perencanaan keuangan, pengeluaran seringkali tidak terkendali. Akibatnya, kita tidak tahu ke mana arah tujuan keuangan.
 
3. Merasa tidak punya uang 
Ini adalah penundaan klasik. Sebagian kita menunggu banyak uang baru mau mulai mengelola uang ayau berinvestasi. Padahal, yang terpenting adalah kedisiplinan seja dini, bukan besarnya nominal.
 
4. Takut angka
Sebagian orang merasa terintimidasi oleh data keuangan, laporan, atau perhitungan investasi. Ketakutan ini membuat mereka menghindari pengelolaan secara sadar.
 
5. Takut investasi
Takut terhadap risiko investasi membuat kita tidak maju-maju dalam pengelolaan keuangan; menyimpan uang di bawah bantal atau di rekening biasa. Dana yang disimpan lama-lama tergerus inflasi. 
 
6. Menabung saja sudah cukup
Ini tentu anggapan yang keliru bahwa menabung saja sudah menjamin masa depan. Padahal, untuk melawan inflasi, investasi diperlukan agar uang kita bertumbuh. 
 
Agar terhindar dari berulangnya kesalahan umum itu, Mbak Dedek Gunawan mengingatkan setiap orang seharusnya fokus pada tujuan finansialnya masing-masing. Hindari memutuskan sesuatu karena melihat orang lain melakukan itu. Karena bagaimana pun kebutuhan setiap orang berbeda. Begitu pula dengan problematika finansial yang mengiringinya. 
 
Ada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Perempuan yang lain terjebak dalam lilitan utang beragam pinjol dan paylater tak berkesudahan, Ada pula perempuan lain yang burn out harus mengelola keuangan yang pas-pasan sehingga ia kerap bertanya, "Gimana caranya mengelola uang kalau uangnya ngga ada?"
 
Mbak Dedek memberi dua alternatif solusi terhadap kondisi ini. 
 
1. Menekan pengeluaran sebesar-besarnya, tapi tetap ada batas minimum.
Kita bisa mulai mengecek dari budgetin. Cek pos-pos pengeluaran yang bisa di-cut. Salah satunya latte factor alias bocor alus, seperti jajan kopi, makan di luar, langganan berbagai platform berbayar, seperti Netflix, Spotify, dsb. 
 
2. Mencari penghasilan tambahan.
Pengeluaran sudah ditekan seminimal mungkin,  tapi tetap saja tidak ada yang bisa ditabung atau tetap saja minus. Apa yang harus dilakukan? Mencari tambahan penghasilan. Bisa kerja remote seperti yang sekarang sedang marak atau jualan kecil-kecilan atau pekerjaan sampingan lain.
 

Menghadapi "Jebakan" Algoritma: Berdaya Tanpa FOMO

 Pada sesi kedua, Mbak Diana sebagai narasumber memberikan tips sekaligus penjelasan yang mencerahkan tentang cara menghadapi jebakan algoritma. Dosen LSPR ini menekankan pentingnya perempuan berdaya tanpa FOMO. Itulah pentingnya melek literasi finansial supaya tidak mudah tergiur segala macam bujuk rayu diskon di rimba marketplace :D
 
Menurut Mbak Diana, ada tiga tombol kendali literasi digital yang bisa kita lakukan. Tujuannya tentu saja supaya kita tidak takluk terhadap ilusi diskon. Penandanya apa ilusi ini? Ketika muncul pikiran, "Sayang kalau dilewatkan, mumpung diskon.
 
Dalam penjelasannya, Mbak Diana menyampaikan sebenarnya bukan kita yang lemah, tapi layar ponsel kita memang dirancang memanipulasi. Kalau kita cermati, ada notifikasi, ada algoritma, mesin pelacak yang hafal kesukaan kita, dan ada penghitung waktu alias flash sale. Ini merupakan tes psikologis untuk memanipulasi waktu dan menciptakan kepanikan (rush).
  
 3 Tombol Kendali Literasi Digital Tangkal Algoritma
 
1. Tahan 24 jam sebelum membeli
Ketika kita melihat ada barang bagus yang didiskon, biasanya tanpa pikir panjang langsung check out.  Kali ini coba tahan dulu 24 jam. Setelah itu, biasanya ada perubahan pikiran. Kalau lupa : berarti tidak penting. Kalau masih butuh : silakan lanjut check out.
 
2. Sistem Pisah Rekening
Supaya uang tidak tumpah dan bocor ke tempat yang salah, mulai ubah ke sistem pisah rekening. Bagilah menjadi tiga rekening terpisah, yaitu rekening kebutuhan harian, rekening tabungan, dan rekening darurat. 
 
3. Kunci tautan yang mencurigakan
Ini maksudnya jangan pernah klik link apa pun yang formatnya asing, misalnya format apk. Dari pengalaman orang-orang, ketika kita klik tautan tersebut, data juga dana yang ada di berbagai aplikasi di ponsel kita akan raib dibawa lari si tautan.
 
---
 
Pembahasan soal melawan algoritma belanja di hari Kartini sore itu sangat insightful. Seolah-olah mengisi tangki pemahaman finansial kami. Kemandirian finansial bukan tentang seberapa banyak barang yang bisa kita beli, tapi seberapa besar kendali yang kita miliki atas keputusan kita sendiri tanpa dipengaruhi oleh tren sesaat (FOMO). Demikian :)

Cerita Lintang Hati

Parenting untuk Remaja

Di tengah kerjaan mem-filter blog-blog yang akan kuajukan untuk kerja sama backlink dengan agensinya Auni, iseng kucek juga blogku di Google Index. Muncul beberapa artikel dari sekian tahun ke belakang. Salah satunya ada tulisan tentang keresahanku menghadapi Lintang. Lebih tepatnya sih ketidakberdayaan menghadapi Lintang di usianya yang 11 tahun. Ia picky eater, malas solat, malas mandi, malas belajar, manja, dan cengeng. 
 

Lintang is Growing Up

Sepuluh tahun berlalu, Lintang sudah dewasa sekarang. Usianya 21 tahun. Ia sudah mahasiswa semester enam. Dua tahun lagi maksimal ia sudah wisuda. Semoga Allah mudahkan ia mendapat kerja di tempat yang aman dan sreg di hatinya, in sya Allah..

Apakah Lintang masih picky eater? Masih, tapi aku sudah tidak khawatir lagi. Ia sudah mau makan nasi, makan sayur, buah, dan protein tanpa dipaksa-paksa lagi. Meskipun masih tetap mengonsumsi junk food, setidaknya ia tahu apa yang tubuhnya butuhkan. Sepertinya sih tahu..
 
Apakah Lintang masih malas solat? Kalo setiap kutanya sih dia mengaku tidak pernah melewatkan solat. Wallahualam. Semoga Allah senantiasa menjaganya dari kelalaian. Apakah Lintang masih malas mandi? Nah, yang bagian ini sudah sangat berubah. Ia tak perlu lagi disuruh mandi. Di usia 21, ia sudah sadar merawat diri. 
 
Saking sadarnya, ni anak bisa berjam-jam dandan sebelum berangkat kuliah. Apalagi semasa masih SMA, madu dan havermut di rumah pelan, tapi pasti abis dia pakai maskeran. Sekarang setelah paham kondisi finansial ortunya, kulihat tak pernah lagi maskeran pakai madu dan havermut, Sayang, mending buat dimakan. Hehehe.. 
 
Apakah masih malas belajar? Mungkin ya, tapi tuntutan akademik di kampus membuat ia harus menyelesaikan banyak tugas tepat waktu. Yang kulihat sih ia sudah sangat jarang membaca buku. Waktunya kebanyakan abis untuk scroll medsos sambil rebahan. Kalo ini sepertinya sudah jadi habit global.
 
Setelah mahasiswa, apakah Lintang masih manja dan cengeng? Tentu tidak, tapi ia masih mudah marah dan moody. Mudah marah pada adiknya, moody kalau disuruh bantu beres-beres rumah. Bagian marah ini kukira bagian dari kesalahanku yang sering marahin dia semasa kanak-kanak. Ia bilang aku keras dan kaku. Aku sebal dibilang gitu meski sebenernya memang gitu sih.
 
By the way, kenapa aku keras dan kaku? Pasti ada sebabnya. Sekalipun sudah accept and change, tetep aja kalo ter-trigger, si kaku dan keras akan muncul lagi. Gimana cara menghindari si trigger? Jangan dekat-dekat pemicunya. Sayangnya pemicunya ada di sekitarku..Butuh kebesaran jiwa dan keikhlasan untuk menelannya. Begitulah..Kalo ngga paham dengan yang kusampaikan, skip aja :D 
  

Gelap Terang Perjalanan

Tahun ini Lintang 22 tahun. Ia sudah bukan anak-anak lagi. Pasti sudah banyak peristiwa hidup yang dialaminya. Ada banyak yang tidak kutahu. Sisi-sisi gelap yang ia simpan sendiri. Aku pun tak perlu tahu banyak kukira. Biarkan dia berproses dengan perjalanannya. Semoga ia banyak belajar dari yang sudah lewat termasuk masalah pelik yang ia ceritakan padaku dan kini harus ia bereskan sendiri. Aku tak bisa bantu banyak karena kondisiku juga. Namun, setidaknya aku tetap support agar masalah itu bisa selesai bertahap.
 
Selepas ayahnya meninggal Agustus tahun lalu, aku kadang sedih mengingat perjalanan hidup yang ia alami. Penuh onak duri di usia balita hingga kanak-kanak. Ia tidak mengalami masa penuh kebahagiaan seperti Arinah. Hal itu membuatku selalu merasa bersalah sepanjang hidup. Tak bisa memberinya pengalaman penuh bahagia di masa keemasannya.
 
Anyway, yang sudah biarlah lewat. Aku menerimanya dan terus bergerak untuk mengubah yang buruk agar tak terjadi lagi di kehidupan sekarang. Meski ternyata memang dalam hidup tidak melulu bahagia, seperti juga kita tidak selalu berkelindan dengan kesedihan. Yang pasti kebijaksanaan rasanya datang dan pergi. Pemakluman pun kesabaran. Saat ini semua terasa berat karena aku sedang tak bisa berpikir jernih dan menelan yang sedang kujalani. Salam...

5 Cara Menghilangkan Bau Mulut dari Tenggorokan


Bau mulut dari tenggorokan
dok.istimewa

Seringkali bau mulut mengikis rasa percaya diri dalam pergaulan. Meskipun style kita sudah keren dari ujung rambut sampai ujung kaki, pas ngomong bau naga, siapa yang mau deket-deket kaan?! Dari sekian penyebab bau mulut, salah satunya adalah bau mulut dari tenggorokan. Ini penyebabnya apa saja dan gimana cara mengatasinya? Let's check it out!

Pernahkah kamu mengalami kondisi ini : Kamu baru saja sikat gigi dan pakai mouthwash lalu baunya hilang sebentar tapi muncul lagi dalam hitungan menit? Kalau kamu pernah atau sedang ada di kondisi ini, besar kemungkinan itu adalah Halitosis Ekstra-Oral. Ini istilah medis untuk bau mulut yang sumbernya di tenggorokan atau lambung.

Apa sih ciri-ciri bau mau mulut dari tenggorokan? Atau gimana caranya kita mengecek bau mulut ini dari tenggorokan atau gigi? Let's dive in!

Cara Mengecek Bau Mulut yang Berasal dari Tenggorokan

1. Biasanya tes jilat tangan hasilnya netral, tapi napas yang keluar saat bicara tetap terasa bau. 

2. Tetap bau meski baru saja sikat gigi dan flossing (pakai benang gigi).

3. Bau menyengat seperti belerang, telur busuk (batu amandel), atau aroma asam (lambung).

4. Ada rasa mengganjal di tenggorokan, sering berdehem, atau mulut terasa pahit/asam. 

5 Penyebab Bau Mulut dari Tenggorokan  

Bau mulut yang berasal dari tenggorokan sering kali terasa lebih "tajam" dan tidak hilang meskipun kita sudah menyikat gigi berkali-kali. Berikut ini lima penyebab utamanya.
 
1.  Batu Amandel 

Penyebab paling umum tapi jarang disadari adalah batu amandel. Amandel kita punya celah-celah kecil seperti gua.

  • Masalahnya: Sisa makanan dan sel mati bisa tersangkut di sana lalu mengeras jadi butiran putih kecil.

  • Kenapa Bau? Butiran ini jadi tempat tinggal bakteri yang mengeluarkan gas belerang. Aromanya sangat tajam, mirip telur busuk.

2. Lendir "Nyasar" (Post-Nasal Drip)

Saat kita flu, sinusitis, atau alergi, hidung memproduksi lendir berlebih yang mengalir ke belakang tenggorokan.

  • Masalahnya: Lendir ini kental dan menempel di pangkal lidah.

  • Kenapa Bau? Lendir mengandung protein tinggi. Bakteri di tenggorokan sangat suka memakan protein ini dan mengubahnya jadi aroma busuk.

3. "Uap" dari Asam Lambung

Masalah perut ternyata bisa tercium sampai ke mulut. Jika katup lambung kamu lemah (gejala GERD), asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan.

  • Masalahnya: Gas dan uap dari makanan yang sedang dicerna di perut naik ke arah tenggorokan.

  • Kenapa Bau? Uap ini membawa aroma asam atau busuk khas lambung yang keluar setiap kali Anda bernapas atau bicara.

4. Infeksi Tenggorokan

Saat tenggorokan merah dan meradang (seperti radang tenggorokan atau amandel bengkak), bakteri sedang berpesta di sana.

  • Masalahnya: Tubuh menghasilkan nanah atau sel mati saat melawan infeksi.

  • Kenapa bau? Jaringan yang meradang dan aktivitas bakteri ini menciptakan aroma "khas orang sakit" yang tidak sedap di napas.

5. Tenggorokan Kering

Air liur adalah "sabun alami" untuk mulut dan tenggorokan. Kalau kamu dehidrasi, merokok, atau sering bernapas lewat mulut, tenggorokan jadi kering.

  • Masalahnya: Tidak ada air liur yang membilas bakteri dan sisa protein.

  • Kenapa bau? Bakteri berkembang biak dengan cepat di tempat kering dan membuat napas terasa "panas" serta berbau tajam  

    5 Cara Alami Hilangkan Bau Mulut dari Tenggorokan 

    1. Ritual kumur air garam (gargle)
     
    Ini cara paling klasik dan mudah. Saya biasa melakukannya setelah gosok gigi sebelum tidur. Garam bersifat antiseptik alami yang bisa membunuh bakteri di area yang tidak terjangkau sikat gigi. 
     
    Caranya : campurkan ½ sendok teh garam ke segelas air hangat, aduk hingga garam larut. Tengadahkan kepala lalu kumur-kumur di tenggorokan selama 30 detik (30 hitungan). Teknik ini efektif melunturkan lendir dan membantu melepaskan batu amandel yang masih kecil jika ada. 
     
    2. Minum Air Putih Lebih Sering

    Mulut dan tenggorokan yang kering adalah surga bagi bakteri bau. Pastikan kamu terbiasa minum air putih minimal 2 liter air sehari. Manfaatnya air akan membantu membilas sisa makanan di celah amandel dan memastikan produksi air liur tetap lancar untuk mematikan bakteri secara alami.

    3. Konsumsi Yogurt dan Apel

    • Yogurt: Mengandung bakteri baik (probiotik) yang bisa melawan bakteri jahat penyebab bau di area tenggorokan.

    • Apel: Tekstur apel yang renyah dan kandungan asam alaminya bertindak seperti "pembersih mekanis" saat tertelan, sekaligus merangsang air liur.

    4. Teh Hijau Tanpa Gula

    Teh hijau mengandung polifenol yang sangat kuat untuk membunuh senyawa belerang penyebab bau mulut. Minum teh hijau hangat setelah makan untuk membantu membersihkan sisa-sisa protein yang menempel di dinding tenggorokan.

    5. Perbaiki Posisi Tidur (Untuk Masalah Lambung)

    Jika bau berasal dari uap asam lambung (GERD), perbaikan posisi tidur bisa sangat membantu. Gunakan bantal yang sedikit lebih tinggi agar posisi kepala lebih tinggi dari perut. Ini mencegah asam lambung naik ke tenggorokan saat kamu tidur

    6. Coba Pembersih Lidah (Tongue Scraper)

    Bakteri penyebab bau dari tenggorokan sering berkumpul di bagian paling belakang lidah. Gunakan alat pembersih lidah, tarik dari bagian paling belakang ke depan. Membersihkan lidah hingga ke pangkal bisa mengurangi risiko terbentuknya batu amandel secara drastis.

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Bagaimana jika semua tips ini sudah kamu lakukan, tapi tidak ada perubahan. Ini waktunya kamu bergegas periksa ke dokter THT. Kenapa bukan ke dokter gigi? Karena masalahnya bukan dari mulu atau gigi. Perhatikan kondisi berikut ini sebagai pertanda kamu harus segera periksa ke dokter :

    • Batu amandel terlihat besar dan sulit lepas.
    • Ada rasa nyeri saat menelan yang tidak kunjung hilang.

    • Bau mulut tetap ada meski semua cara sudah dicoba.

      Bau mulut yang membandel memang bisa menurunkan rasa percaya diri. Namun,  kita perlu tahu seringkali masalahnya bukan karena kamu kurang bersih menyikat gigi. Dengan mengenali gejala dari tenggorokan, seperti batu amandel atau asam lambung, kamu bisa memilih solusi yang lebih tepat sasaran. Mulailah dengan rutin berkumur air garam dan menjaga hidrasi tubuh untuk melihat perubahannya. Yuk, bisa yuuk :)



Menjinakkan Kuda Api 2026: Sebuah Life Audit & Refleksi

Refleksi Tahun Kuda Api 2026
Buku agenda life audit 2026 di atas meja kerja kafe
dengan kue tiramisu (dok.pribadi) 

Tahun 2026 dibuka dengan begitu banyak renungan. Berbagai peristiwa memenuhi benak saya. Sebagian terasa ringan, tetapi sebagiannya lagi gelap gulita! Terutama jika sudah menyentuh isu lingkungan dan kebijakan pemerintah. 

Saya ngeri melihat kerusakan alam akibat penebangan pohon ugal-ugalan dan pembangunan wisata gila-gilaan yang berakhir pada banjir bandang serta longsor. Di dunia yang makin salah urus ini, uang seolah menjadi panglima, dan kita yang berada di akar rumput sering kali hanya bisa pasrah tanpa jalan keluar.

Di tengah suasana yang menyesakkan itu, saya baru saja membaca di salah satu artikel berita bahwa tahun ini adalah tahun Kuda Api. Sebuah simbol energi yang berlari liar, panas, dan sulit diprediksi. Mengeluh pada kondisi yang di luar kendali hanya akan membuat saya ikut terbakar habis. Karena itu, sebelum kaki ini melangkah lebih jauh, saya memilih untuk berhenti sejenak demi menjinakkan kegelisahan tersebut. Saya perlu melakukan sebuah Life Audit, memetakan kembali bekal apa yang saya punya untuk tetap bertahan, tetap waras,  dan tetap berdaya menunggangi laju Kuda Api 2026 ini.

Akar rumput seperti saya dan ratusan juta orang bahkan miliaran manusia serta mahluk hidup lain di muka bumi ini bisa menjadi bulan-bulanan ketidakberdayaan. Kami tidak bisa pergi ke mana pun ketika bencana datang. Kami yang mungkin akan menghuni tenda-tenda bocor, basah, kelaparan, dan perubahan jalan hidup tanpa masa depan karena pemerintah lelet banget mengatasi kondisi saat dan pascabencana.

Seorang blogger bilang, bencana Sumatera juga disebabkan siklon saat ini. Saya sendiri awam sekali dengan segala kondisi iklim, cuaca, suhu, hingga siklon itu. Yah, meski sering repost informasi seputar kondisi terkini climate change yang bikin bencana di semua penjuru bumi, sejujurnya saya juga masih belum paham cara kerja mereka semua. 

Minimal parameter paham itu kalau saya sudah bisa mengabstraksikan di benak saya alias bisa saya bayangin di pikiran saya. Barulah saya bisa menyebut sudah paham. Kalau belum, kalau semua masih samar-samar di benak saya, saya masih harus banyak baca dan belajar dulu.

By the way, sekalipun saya mengutip si kuda api, ini bukan berarti bergantung pada ramalan ya. Hanya sebagai tambahan pengamatan tentang kondisi saat ini dan kemungkinan-kemungkinannya di masa depan. 

Shio saya shio monyet logam kalo ga salah. Shio yang kabarnya licik, cerdik, dan selalu bisa mengatasi masalah apa pun dengan dua karakter utamanya. Hm..Wallahualam sih ya, itu cocokologi ngga sih? Meski realitanya alhamdulillah tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Sebagian bisa langsung selesai, sebagian masih dalam proses menyelesaikan. Dan semua itu terjadi kersaning Gusti Allah..

Jadi, apa saja yang akan saya soroti awal tahun 2026 ini? Point-point biasa yang melekat pada saya sebagai freelancer sejati. Tak lain dan tak bukan tentu saja soal finansial, self improvement, Tiramisu, dan project-project menulis. Baiklah mari kita mulai saja. Yuk, yuuk.. 

 Agenda Finansial di 2026

Tahun 2026 ini tujuan finansial utama saya cuma dua : melunasi semua utang dan biaya pendidikan anak-anak. Investasi masih belum dulu. Dana darurat tentu mulai saya kumpulkan lagi karena memang harus punya. Kebetulan utang-utang yang berkembang biak sejak 2023 lalu itu masih belum selesai. Masih juga belum ada titik terang bakal kelar kapan. Namun, itu bukan alasan untuk pesimis bukan? Selama gigih ikhtiar, in sya Allah yang tidak mungkin, yang masih samar, masih buram, pasti bisa terang, bisa ada kepastian, bisa tuntas. Kan ada Allah..
 
Kesulitan memang datang silih berganti, kekecewaan di sektor ini ( halah sektor..) juga menumpuk dan belum berkurang sih menumpuknya, tapi setidaknya ada teman seperjalanan yang membuat saya bisa mengarungi semuanya dengan tetap optimis. Ia juga struggle dengan utang-utangnya, tapi utang dia dan utang saya semua untuk keluarga. Jadi, ya sudah, kami berpegangan tangan saling menguatkan, saling transfer, juga saling ngingetin bisa pake pos yang itu dulu, ntar diganti dari pos lain. Gitu aja terus. Semoga di tahun 2026 yang baru mulai ini tidak membuat kami harus membuka pos baru.  Saya yakin Allah pasti bakal bantu dengan cara-Nya. Semoga mata batin kami bisa lebih jeli dan rendah hati memahami pesan-pesan-Nya membantu kami. Allah yang Maha Misterius..
 

Tentang Self Improvement 

Hampir jam 2 pagi ketika saya menulis tentang self improvement ini. Jadi bingung , apa sih self improvement buat saya? Sementara saya menyimpan plus mengunduh berbagai konten tentang self improvement, di sisi lain, gaya hidup saya masih belum bisa berubah. 
 
Saya masih sulit tidur jam 23.00. Saya masih sulit rutin olahraga setiap hari meskipun hanya 10-20 menit. Saya masih belum bisa langsung menyelesaikan pekerjaan rumah atau pekerjaan project-project saya tanpa melewati masa menunda sekian lama. Saya juga masih susah benar-benar meninggalkan tepung dan gula. Padahal saya sudah bertekad sarapan sehat bukan donat, biskuit, atau roti bakar keju coklat favorit saya. Saya sebenernya doyan banget salad wrap, tortilla, omelet telur jamur, labu kuning rebus, segala sayuran direbus, aneka jus hijau, dan semua clean food. Sayangnya, makanan sehat itu menuntut saya bangun lebih pagi, menuntut pergi ke pasar supaya dapat beragam sayuran, daging, telur, dll. Semua itu tentu perlu budget tidak sedikit. Jiahh, balik lagi bahas finansial deh!  
 
Jadi, mau bahas self improvement yang gimana ini? Mengusir habit proscrastination yang akut sih! Termasuk mulai memaksa diri ini tidur rutin jam 23.00 setiap hari. Nah, gimana dengan hari ini? Hm..mulainya besok malam kok. Halaah!
 
Baiklah, mari kita buat pemetaan saja atau list lebih tepatnya. Apa yang akan saya lakukan terkait dengan self improvement ini? Oke, ini list-nya. Gusti, paringi power ..
  • tidur jam 23.00 WIB
  • tahajud 
  • salat 5 waktu tepat waktu
  • ODOJ plis..
  • zikir-zikir yang sudah biasa dibaca makin teratur dibacanya
  • olga rutin 30 menit/hari
  • ikut kelas yoga seminggu sekali atau sebulan sekali gapapa untuk membenahi gerakan
  • masak sehat
  • bangun pagi
  • pake metode pomodoro atau eat the frog untuk kelarin tugas-tugas
  • journaling rutin lagi plis..
  • scroll medsosnya harus lebih mindfulness!! 
  • Lebih sabar, ah itu abstrak banget..Ganti deh dengan luangkan waktu untuk memahami perbedaan..
  • lebih konsisten kurangi tepung & gula

 Perjalanan Tiramisu

Alhamdulillah 2025 kemarin, Tiramisu cukup signifikan pergerakannya. Sejak ikut meeting di komunitas bisnis BNI sebagai tamu, saya mulai menawarkan jasa Tiramisu ke sebagian owner bisnis di komunitas tersebut. Alhamdulillah ada iCare Dental yang nyangkut. Selain itu, beberapa owner berminat, tapi mereka hilang atau bilang ngga bisa kerja sama karena faktor budget. 
 
Sebut saja Imago Hills. Sebel juga sih karna katanya bakal ngabarin, taunya pake jasa agensi lain karena mereka satu komunitas. Lalu ada Marsela dari properti. Saya luangkan waktu ketemuan di Pavilioen, eh dia batal datang karna tabrakan jadwal atau apa lah. Ternyata ngga jadi karena KOL-KOL yang saya tawarkan tidak sesuai. Kalo dugaan saya sih memang budget-nya ngga cocok aja. Selain itu ada owner villa, owner usaha cleaning service, dll. 
 
Bersama kegagalan ada keberhasilan. Semua hal pasti berjalan beriringan bukan? Banyak yang ngga lanjut kerja sama, cukup banyak yang datang ngajakin kerja sama. Ada yang gol, ada yang menghilang setelah dapat banyak masukan. Ya sudah, begitu deh dunia marketing, dunia bisnis. Harus tangguh, ngga boleh gampang patah termasuk ngga boleh baperan.
 
Tahun 2026 ini tetap sama seperti thn 2025 lalu. Approach calon-calon klien. Bedanya harus lebih rajin, lebih gigih, dan lebih serius. Bisnis plan harus saya bikin serius juga. Januari ini atau Februari depan saya bikin deh. Sepertinya sementara waktu hingga entah kapan, saya single fighter dulu. Kerjain semua sendiri karena partner saya sibuk dengan pekerjaan lain yang memang secara finansial lebih jelas, lebih pasti. Tiramisu masih merintis banget. Jadi, ya ngga bisa diandalkan. Sebenernya kalau fokus, serius, konsisten, Tiramisu akan bisa diandalkan. Sayangnya, urusan dapur ngga bisa nunggu kan? Jadi ya dimaklumi saja. BTW, kok saya bisa? Ya, saya juga ngga full dari Tiramisu sih. Tapi karena PT perorangan ini atas nama saya, saya bertanggung jawab. TIramisu anak bungsuku..
 

Project Menulis & Mengajar 

Alhamdulillah ada satu buku berhasil terbit di 2025. Filsafat Politik. Debutku menulis buku selain buku soal. Cukup bangga juga sih karena tidak semua orang bisa nulis tema itu. Terutama basic pendidikanku dari ilmu filsafat mengukuhkan kelayakanku menulis tema tersebut. Setelah ini, aku mau kelarin Filsafat Hukum. Abis itu masih pengin nulis buku tema filsafat lagi sih meski belum tau spesifiknya tentang apa. Lihat kebutuhan penerbit dulu.
 
Project lain yang mungkin akan kulepas : naskah analisis fundamental vs teknikal. Asli, ini susah ternyata. Aku sudah keder bayangin candle-candle yang harus kumasukkan dalam tulisan. Kuatir salah, kuatir ga jelas, kuatir ga bisa dipahami pembaca. Secara aku kan cuma nulis, pernah praktik itu pun cuma setahun di 2022. Meskipun mau kulepas, besok kukerjain dulu deh. Bagus kalo berhasil nulis sampai bab 5. Bismillah.. Kalo jatahku, pasti ada jalan..
 
Project nulis buku CPNS dari Turos akan kukerjakan mulai Februari setelah gagal total kukelarin di 2025. Project nulis revisi soal-soal SKB CPNS Andi kumulai kerjakan di Januari ini. Abis itu naskah soal BUMN dan AKMIL AKPOL.Bismillah, yuk rajin yuk, konsisten!
 
Kegiatan mengajar masih jalan. Aku tetep di Zona Belajar. Januari ini selain ngajar persiapan tes untuk para dokter yang mau lanjut pendidikan spesialis, aku ngajar anak SD & SMP yang mau masuk SMP & SMA Labschool. Untuk Quipper, setahun cuma dapet jadwal 2x. ckckck..Mana dapetnya jadwal bahas soal-soal TO trus anak-anaknya pada ngga pegang soal. Bener-bener ngga kondusif. Otomatis penilaian terhadapku juga ga oke lah..Yo wis, Quipper ini anggap aja cemilan receh pisan meski fee-nya paling gede. Etapi fee gede, tugas-tugas administrasinya juga buanyak dan ribet. Dahlah, paling oke di Zona. Ngga harus pergi ke mana-mana. Ngajar dari rumah, ngga ada penugasan apa pun.
 

Rawat Blog Lebih Rajin 

Belajar lebih rajin memahami cara kerja SEO, algoritma, segala analitic, dan Google Console. Semua ilmu yang sudah kupunya sebelumnya harus diasah lagi, harus diperbarui lagi. Rutin isi blog, fokus ke satu niche, rencanaku sih fokus ke niche finansial. Kapan itu sudah konsul ke praktisi finansial tentang niatku menulis tema finansial berdasarkan talkshow-talkshow juga buku serta konten finansial yang kubaca. Dia bilang selama ditulis sumber-sumbernya, it's OK. Aku juga akan memasukkan kontak para narsum di tulisanku kalo bahannya didapat dari obrolan.
 

Optimasi Medsos juga Affilliate Marketing 

Tahun ini aku mau bikin content planning untuk medsos pribadiku juga untuk Tiramisu. Konten di bukukukopiku sdh muncul ttg Harpot & pernyataan JK. Rowling tentang Islam yang melukai. Konten Tiramisu ttg perbedaan pakai ads dan influencer. Konten - konten selanjutnya akan kudiskusikan dengan Gemini. Kangen Grok, mungkin akan kucoba install aplikasi VPN yang kemarin direkomendasikan.
 
Tiktok akan kuoptimasi juga. Video-video yang kusimpan di galeri mau kukeluarin semua. Ntar bisa disesuaikan dengan produk-produk di keranjang kuningku. Pun untuk Shopee. Setahun kemarin ga pernah bikin video utk produk affiliate karena keterbatasan alat. Kukira sudah waktunya memaksakan diri beli tripod yang bisa dipakai untuk review produk tanpa aku harus pegang HP saat shoot produk. Itu sebutlah modal. Oh ya, aku juga perlu headphone menggantikan headphone lama yang rusak untuk ngajar dan rekam suara saat VO.  

Peluang-Peluang Baru 

Ini tentu saja tetap harus diupayakan. Memperbarui CV, menambah skill, ikut workshop, ikut kelas-kelas yang menunjang pekerjaanku akan tetap kulakukan. Lebih gercep masukin lamaran kerja. Jangan terulang lagi gagal ikut seleksi kerjaan karena aku lelet kirim penugasan sebagai bahan seleksi. 
 
Tahun ini mau coba apply ngajar di aplikasi itu. Aku lupa namanya. Ntar kucari. Mau ikut Uji Kompetensi Bahasa Indonesia di Pusat Bahasa, sertifikasi keahlian yang kutekuni, dan ikut lomba nulis 1- 2 lomba dengan serius.  
 
Demikian yang jadi fokusku di tahun 2026. Motivasiku agar tetap optimis karena banyak peluang di depan sana. Yang penting benahi mental menunda juga kebiasaan scroll medsos hingga terlena. Gusti, paringi power..
 
 
 
 

Tiga Kekuatan Utama Tuturan Yunis Kartika dalam Sepatualang:Edisi Jalan-Jalan ke Bukittinggi dan Padang


Resensi Buku Sepatualang:Edisi Jalan-Jalan ke Bukittinggi dan Padang
foto:istimewa

Sepatualang: Edisi Jalan-jalan ke Bukittinggi dan Padang
menampilkan kekuatan utama tulisan Yunis Kartika. Ia memadukan gaya bertutur yang akrab dengan narasi perjalanan yang personal dan reflektif.

Sekilas Buku Sepatualang : Edisi Jalan-Jalan ke Bukittinggi dan Padang

Buku ini bukan sekadar daftar destinasi, melainkan catatan perjalanan yang hidup. Kisahnya dituturkan tidak hanya dari sudut pandang penulis, tetapi juga melalui “suara” sepasang sepatu bernama Samayo. Pilihan sudut pandang yang unik ini membuat pengalaman menyusuri Bukittinggi dan Padang terasa jenaka, imajinatif, dan dekat dengan keseharian pembaca.​

Secara garis besar, isi buku terbagi dalam dua bagian besar yang mengikuti alur perjalanan tokoh dan Samayo menjejakkan kaki di Bukittinggi lalu berlanjut ke Padang. Di setiap kota, pembaca diajak mengikuti rangkaian kunjungan ke tempat-tempat ikonik, momen perjumpaan dengan warga lokal hingga pengalaman mencicipi beragam kuliner.

Semuanya disusun dalam bentuk episode-episode pendek sehingga mudah dinikmati sebagai kisah lepas atau sebagai rangkaian utuh sebuah perjalanan.

Tiga Kekuatan Utama Tuturan Yunis Kartika


Setiap penulis mempunyai ciri khas dalam menuturkan ide-idenya. Ciri khas ini menjadi kekuatan ketika mereka menerjemahkan gagasan menjadi rangkaian kata yang seakan berjiwa. Hal yang sama tampak jelas pada narasi-narasi Yunis Kartika dalam buku Sepatualang: Edisi Jalan-jalan ke Bukittinggi dan Padang.


1. Kekuatan Membangun Ruang Penuh Memori

Kekuatan pertama tampak pada kemampuan penulis membangun suasana kota sebagai ruang penuh memori bukan sekadar latar foto.

Di bagian Bukittinggi, misalnya, Yunis menggambarkan Jam Gadang, rumah kelahiran Bung Hatta, Lubang Japang, dan Ngarai Sianok tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai media untuk mengingat sejarah, luka penjajahan, dan ruang humanis tempat warga berkumpul.

Yunis mendeskripsikan keempatnya sebagai selipan sejarah singkat dan refleksi emosional. Kesan hangat sekaligus informatif melekat pada pembaca.

2. Kekuatan ​Memadukan Alam, Religiusitas, dan Kuliner secara Filosofis

Kekuatan kedua berada pada cara penulis menonjolkan perpaduan alam, religiusitas, dan kuliner ketika bercerita tentang Padang. Masjid Raya Sumatera Barat, pantai-pantai seperti Purus, deretan museum, serta rendang dan kuliner khas Minang digambarkan secara detail.


Melalui tiga aspek tersebut, Yunis menonjolkan filosofi dan nilai hidup orang Minangkabau. Pembaca bukan hanya “diajak makan”, melainkan juga diajak memahami bagaimana sebuah masakan menyimpan kisah kerja keras, kebersamaan keluarga, dan kearifan lokal tentang kesabaran dan proses.

3. Kekuatan Deskripsi yang Kontemplatif

Kekuatan ketiga terletak pada perpaduan deskripsi tempat, dialog ringan, dan renungan yang membuat alur narasi mengalir dan mudah diikuti. Yunis menggunakan tokoh sepatu Samayo untuk menjahit fragmen-fragmen perjalanan menjadi kisah utuh tentang langkah-langkah kecil yang menyimpan kisah besar.

Sementara itu, gaya bahasa Yunis yang ringan dan komunikatif membuat buku ini cocok, baik bagi pembaca yang ingin merencanakan perjalanan ke Sumatra Barat maupun yang sekadar ingin “jalan-jalan” lewat imajinasi dari rumah.

---

Pada akhirnya, tulisan Yunis Kartika menjadikan buku ini sebuah ajakan untuk memaknai perjalanan lebih dalam: bukan hanya berpindah dari satu kota ke kota lain, melainkan juga menyelami cerita, sejarah, dan nilai yang dilewati setiap langkah.